Thursday, November 7, 2013

Lapis beras ubi ungu


Assalamu alaikum

Bikinya sih uda lama, seperti biasa. Jalan –jalan ke blognya mba hesti . Ada resep baru, dan kebetulan juga masih punya ubi ungu kukus di frezzer yang sudah menanti buat diolah.

Dan ngomong-ngomong soal ubi ungu, di sini harganya emang agag mahal. Untuk 5 buah ubi ungu saja harus merogoh kocek 16 HKD. Tapi, ubi ungu di sini meskipun kita membuat olahan berbahan dasar ubi ungu tanpa ditambahkan dengan pewarna hasilnya juga gag kalah cantiknya koq. 

Dan karena resep ini dulu juga pernah saya posting di blog yang Satunya, jadi fotonya saya ambil dari sana.

Lapis beras ubi ungu ini rasanya enak, dan lembut. Ada sedikit aroma ubi ungunya karena aku pakai ungu jepang tanpa diberi pewarna ungu lagi. Dan berikut ini resepnya. Sedikit saya kurangi gulanya. Karena saya tidak begitu suka manis.

Lapis beras ubi ungu

Resep: mba hesti

Sedikit aku modif

Bahan:

250 gr ubi ungu, kukus, haluskan

250 gr tepung beras

100 gr tepunh sagu

2 lembar daun pandan

1 sdt garam

300 gr gula pasir ( aku 200 gr)

1/8 sdt vanili bubuk

10 tetes pewarna ungu ( aku gag pakai)

5 tetes pewarna merah muda ( aku gag pakai)

1/4 sdt cokelat pasta ( aku buat sendiri dari 1 sdm cokelat bubuk + 2 sdm air hangat)

Cara membuat:

1. Didihkan santan, daun pandan, dan garam. Diamkan hingga hangat. Tambahkan ubi kukus, blender hingga lembut.

2. Aduk tepung beras, tepung sagu, gula pasir dan vanili. Tuang campuran santan dan ubi sedikit demi sedikit sambil diaduk hinhga rata.

3. Ambil 1/3 bagian adonan. Tambahkan cokelat pasta. Aduk rata. Sisanya tambahkan pewarna ungu. Aduk rata.

4. Tuang satu sendok sayur ( 150 gr) adonan ungu ke dalam loyang 24x10x7 cm yang sudah diolesi minyak.

5. Kukus 5 menit dengan api sesang. Tuang setengah sendok sayur ( 75 gr) adonan cokelat. Kukus dengan api sedang selama 5 menit.

6. Ulangi melapisi adonan sampai habis. Terakhir kukua dengan api sedang selama 30 menit sampai matang ( aku cuman 20 menit).

7. Biarkan dingin lalu potong menggunakan pisau yang diolesi minyak.

Happy baking.

No comments:

Post a Comment